Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Kanker Prostat Bahaya Utama Lansia Pria

JAKARTA, KOMPAS - Prevalensi kanker prostat di Tanah Air meningkat tiga kali lipat sepuluh tahun terakhir. Penyakit ini penyebab utama kematian akibat kanker bagi para lansia. "Jika sejak stadium awal ditangani, harapan hidupnya 70 persen. Kalau stadium lanjutan, pada banyak kasus, harapan hidupnya 50 persen dalam lima tahun pasien meninggal. Lima tahun berikutnya tersisa 20 persen," ujar Ketua Perhimpunan Urolog-Onkolog Indonesia (ISUO), Prof. dr Rainy Umbas dalam media edukasi bertajuk "Kenali dan Waspadai Kanker Prostat" yang diadakan Sanofi Group dan ISUO di Jakarta, Sabtu (9/7). Di RSCM dan Gatot Subroto Jakarta, lanjut dia,  rata-rata muncul 80 kasus (pasien) baru yang berobat. Tiap tahun angkanya meningkat 10-40 persen. Adapun pada kurun waktu 10-15 tahun lalu kasus kanker prostat  rata-rata kasus yang ditangani di kedua RS unit Urolog-Onkolog itu  Sayangnya, masih banyak pasien terlambat berkonsultasi atau berobat. Ketika berobat, pasien sudah lanjut usia at...

Pendidikan Tinggi dan Gangguan Otak

PARA peneliti di Sekolah Kedokteran Johns Hopkins di Baltimore, AS, menemukan bukti bahwa orang yang menempuh pendidikan setinggi mungkin dapat pulih dari gangguan kesehatan akibat cedera otak. Berbeda dengan orang yang berpendidikan rendah. Penelitian melibatkan 769 orang berusia 23 tahun yang pernah mengalami traumatic  brain injury. Sebanyak  24% peserta tidak lulus SMA, 51% menjalani pendidikan 12-15 tahun, dan 25% lagi menempuh pendidikan lebih dari 16 tahun atau setidaknya lulus S-1. Hasilnya, orang yang menempuh pendidikan tinggi pulih dari cedera otak dan tidak mengalami disabilitas. Temuan ini terkait dengan teori cadangan kognitif yang menyatakan orang dengan lebih banyak pendidikan memiliki cadangan kognitif lebih banyak. Nah, kini bertambah lagi alasan untuk belajar setinggi mungkin. (MNT/Her/X-3)