Lingkungan yang Ramah bagi Penderita Osteoporosis
SEKITAR 35 persen kasus patah tulang pada penderita osteoporosis berawal dari kecelakaan di rumah. Agar rumah menjadi lingkungan yang nyaman, berikut ini beberapa tips dari Warhe RW dalam "A Manual of Geriatric Care" (1998).
A. Di Dalam Rumah:
1. Lantai dan karpet dalam keadaan baik dan tidak menonjol di sana-sini, sehingga risiko jatuh bisa dihindari.
2. Pencahayaan cukup terang dan tidak silau.
3. Penempatan lampu cukup baik, terutama di dekat tangga, tempat tidur dan kamar mandi. Sakelar lampu juga harus berada di tempat yang mudah dijangkau oleh si penderita.
4. Telepon diletakkan sedemikian rupa, sehingga tidak perlu terburu-buru ketika harus menjawab panggilan.
5. Kabel-kabel listrik tidak diletakkan di lantai. Jika perlu harus diperpendek dan dipaku di dinding.
B. Di Kamar Mandi:
1. Terdapat pegangan di sekitar kamar mandi dan bak mandi pun harus mudah dicapai jika diperlukan.
2. Permukaan lantai kamar mandi dan juga bak mandi jangan sampai licin.
3. Gunakan keset berlapis karena di bagian belakang sehingga tidak licin.
4. Aliran air kotor di kamar mandi harus baik, sehingga mencegah lantai menjadi licin setelah dipakai mandi.
C. Di Kamar Tidur:
1. Jangan sampai ada keset atau karpet yang memungkinkan penderita terpeleset atau tergelincir ketika menuju kamar mandi.
2. Terdapat meja di samping tempat tidur si penderita, sehingga ia dapat meletakkan kacamata atau barang-barang lain dengan rapi.
D. Di Dapur:
1. Lantai terbuat dari bahan yang tidak licin.
2. Jika ada tumpahan sesuatu di dapur, segera dibersihkan agar tidak terpeleset.
3. Peralatan dan bahan-bahan untuk memasak atau membersihkan diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.
4. Disediakan kursi tinggi untuk keperluan mencuci piring, dengan kaki kursi berlapis karet agar tidak licin.
5. Tersedia tempat pijakan yang stabil untuk mencapai barang yang letaknya agar tinggi.
E. Di Kamar Duduk:
1. Keset-keset tidak terletak di atas karpet atau berserakan di sana-sini.
2. Perabotan rumah diletakkan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu jalan untuk lalu-lalang.
3. Tinggi kursi dan sofa harus cukup sehingga memudahkan bagi penderita untuk duduk atau bangkit.
F. Di Tangga:
1. Terdapat pegangan yang kuat di kedua sisi anak tangga, termasuk anak tangga ke lantai dasar.
2. Lantai anak tangga tidak licin.
3. Perabotan atau barang-barang tidak diletakkan di lantai anak tangga terbawah atau lantai anak tangga teratas.
4. Jika mungkin, anak tangga terbawah dan teratas diwarnai dengan warna terang untuk menandai awal dan akhir tangga.
G. Di Luar Rumah:
1. Pintu masuk depan dan belakang dalam keadaan baik. Pada musim hujan tersedia pasir untuk mencegah lantai menjadi licin.
2. Jalan lalu-lalang harus bebas dari lumpur atau air pada musim hujan, sehingga terhindar dari risiko terpeleset.
3. Anak tangga atau pegangan harus terpasang kuat dan baik.