SONIA, DOKTER SPESIALIS SHANGHAI TANG

Kalau jadi dokter jangan cari uang. Itulah nasihat ayah yang diingat dokter Sonia Wibisono. Dia mencoba menerapkannya. Kalau mau cari uang - begitu kiranya dia menjabarkannya sendiri -bukalah butik Shanghai Tang.

Dokter Sonia Wibisono yang sering muncul di layar televisi, baik  sebagai pembawa acara maupun bintang iklan, kelihatan tak kurang antusias berbicara soal usaha di luar dunia profesionalnya sebagai dokter umum. "Ayah dan ibu saya dokter.

Mengapa anak dokter umumnya ada yang jadi dokter? Mungkin itu karena value of life yang tertanam di keluarga," kata Sonia, anak pertama dari dua bersaudara, kelahiran Jakarta, 11 Oktober 1977.

Ketika sedang magang dulu - ia lulus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 2001 - katanya dia sering menutup dulu biaya berobat pasien yang kurang mampu. Itu untuk menegaskan bagaimana hubungan dokter - pasien, yang tidak bisa semata-mata sebagai hubungan bisnis. "Kita tak bisa menargetkan orang sakit lebih parah, lebih banyak...", ucapnya.

Karena itulah Sonia kemudian membuka usaha bersama teman-temannya. Usahanya itu antara lain restoran Sup Sip Restoran yang mengkhususkan diri di masakan Thailand. Restoran ini ia sebut menawarkan makanan sehat. "Hanya dimasak dengan bumbu-bumbu alami,"ucapnya.

Lalu, juga butik bernama Shanghai Tang di Plaza Senayan. Mata Sonia berbinar-binar ketika bicara mengenai Shangai Tang. Di dunia fashion, Shanghai Tang yang menawarkan pakaian bercorak China dan Tibet merupakan nama berkelas.

Belum singset

Sepintas lalu, berhadapan dengan Sonia memang serasa berhadapan dengan orang yang lebih banyak berurusan dengan mode daripada medis. "Ya, saya hobi berdandan," kata dia mengakui. Kesadarannya atas penampilan bisa dikata luar biasa. Begitu muncul di ruang tamu di kediamannya di kawasan "elite Kuningan, Jakarta, ia langsung menanyakan apakah segera akan difoto atau tidak. Dia khawatir kalau kelamaan make up-nya akan terganggu keringat.

Dia juga menunjukkan perutnya, yang disebutnya belum sepenuhnya pulih - maksudnya barangkali belum se-"singset" biasanya. "Saya baru saja melahirkan," katanya. Dia melahirkan anak keduanya pada 1 Juli lalu, menyusul anak pertamanya, yang kini berusia satu tahun dua bulan.

Hamil disusul melahirkan itulah yang membuat Sonia beberapa waktu ini absen dari berbagai kegiatan. Biasanya, katanya, kegiatannya sangat padat. Selain sebagai dokter dan menjadi pembawa acara di berbagai acara televisi tadi, ia sering menjadi pembicara maupun moderator seminar. Ia juga mengasuh rubrik konsultasi kesehatan di beberapa majalah.

"Misi saya di televisi itu untuk edukasi masyarakat," katanya.

Apa yang paling penting hendak dia sosialisasikan?

"Hidup sehat. Hidup sehat itu murah, pengobatan mahal."

Spesialis "fashion"

Lalu, ia berbicara tentang beberapa hal menyangkut kesehatan. Sonia sendiri mengaku dia menghindari sengatan matahari untuk menjaga kesehatan - dan tentu kemulusan - kulitnya. "Sinar matahari itu tak bagus. Ultra violetnya merusak. Kalau kena mata bisa menyebabkan katarak," katanya. Kalau toh harus berjemur, sebaiknya sebelum pukul 10.00.

Disebutnya, pengobatan itu adalah semacam "art". "Medicine is an art," katanya. Peningkatan kemampuan dalam pengobatan hanya dimungkinkan dari pengalaman. Selain itu, juga membaca dan mempelajari perkembangan-perkembangan baru dunia kesehatan. Hal terakhir itulah yang kadang kurang dimiliki kebanyakan dokter. Di satu pihak, mereka harus terus-menerus berpraktik (karena dengan itu mereka mengumpulkan imbalan), di lain pihak kesempatan yang terus-menerus digunakan untuk berpraktik menyulitkan dokter untuk membaca atau memperdalam perkembangan ilmu.

Sonia barangkali cukup beruntung di antara dilema di atas. Ia tidak harus melulu terkungkung di ruang praktik. Bahkan, kegiatannya lebih banyak berseliweran dari satu acara televisi ke acara televisi dan dari seminar ke seminar.

Di luar itu, dia masih punya banyak waktu luang sehingga bisa memanjakan diri sendiri, misalnya dengan merawat diri di spa. "Seminar, ketemu orang, itu kesempatan untuk meng-up date diri," ujarnya.

Makanya, dokter ini fasih bukan hanya berbicara soal dunia kedokteran. Berbicara soal Shanghai Tang, misalnya, ia bisa bercerita bahwa koleksi kemeja sutra biru yang dipakai bintang terkenal Angelina Jolie dalam Tomb Raider seri 2 itu adalah koleksi Shanghai Tang. Begitu pula tas bayi yang tampak di tenteng-tenteng Jennifer Aniston dalam serial televisi Friends.

Kita rasanya tengah berhadapan dengan dokter - seorang dokter spesialis fashion.