Mendeteksi Jejak Talasemia

Bayangan jarum suntik yang menusuk kulit untuk transfusi darah berulang kali memang bagaimanapun juga inilah yang harus dialami penderita talasemia. Mereka perlu mendapatkan transfusi darah sepanjang hidupnya.

Penyakit ini memang tidak sepopuler diabetes, hipertensi, jantung, kanker, atau penyakit lainnya. Padahal, talasemia merupakan penyakit genetik dengan angka kejadian terbanyak.  

Diperkirakan terdapat 250 juta penderita talasemia di seluruh dunia. Jumlah penderita talasemia kemungkinan akan terus meningkat karena dapat diwariskan kepada keturunan penderita. Di Indonesia, frekuensi pembawa sifat talasemia cukup tinggi, yakni 6-10 orang pembawa sifat talasemia pada setiap 100 penduduk. 

Menurut data RS dr Cipto Mangunkusumo Jakarta, pada tahun 2004 terjadi 1.120 kasus talasemia. Tahun 2010 angka tersebut meningkat menjadi 1.500 kasus dengan pertambahan sekitar 70-80 kasus talasemia baru per tahun. Jumlah ini dapat terus meningkat jika tidak cepat ditanggapi dan kurang disadari. Apalagi  Indonesia masuk dalam ikat pinggang talasemia (Thalassemia Belt) dunia, yaitu deretan area dengan angka kejadian talasemia yang tinggi.
Deteksi dan edukasi
Talasemia dibagi menjadi dua, yaitu talasemia mayor dan talasemia minor (pembawa sifat talasemia). Seorang pembawa sifat talasemia umumnya tidak mempunyai keluhan atau gejala sakit. Akibatnya, mereka tidak menyadari dapat mewariskan gen talasemia kepada keturunannya. Padahal, pernikahan antara dua orang pembawa sifat berpeluang melahirkan anak dengan talasemia mayor (25 persen) atau anak dengan talasemia minor (50 persen) pada setiap kehamilan. 

Sementara itu, penderita talasemia mayor memerlukan transfusi darah sepanjang hidupnya untuk mengatasi anemia karena sel-sel darahnya mudah rusak. Bagaikan makan buah simalakama, transfusi darah tidak hanya bermanfaat mengatasi anemia, tetapi juga dapat menyebabkan penumpukan zat besi yang dapat mengganggu fungsi beberapa organ tubuh. Untuk mengatasi efek samping transfusi tersebut, penderita harus mengonsumsi obat.

Ketua Ikatan Dokter Anak Tasikmalaya dr H. Ali Firdaus SpA dalam Seminar Edukasi Talasemia dalam rangka HUT ke-40 Prodia di Tasikmalaya, pada Rabu (24/4) mengatakan, gejala talasemia mayor di antaranya pucat karena kurang darah, perut buncit akibat pembesaran hati dan limpa, perubahan bentuk tulang dan penipisan tulang panjang, kelainan bentuk tulang wajah, serta gangguan tumbuh kembang. Penderita talasemia juga mengalami gangguan medis, seperti terinfeksi hepatitis B dan C, HIV, serta penimbunan zat besi pada organ vital yang dapat menyebabkan gangguan fungsi. Selain itu, penderita mengalami psikososial, seperti perasaan bingung, marah, sedih hingga sedih yang mendalam, rendah diri, menarik diri, putus asa, serta tak berdaya.

Ali juga memaparkan cara pencegahan talasemia. di antaranya pemeriksaan darah sebelum menikah sebagai upaya untuk menghindari perkawinan antarpembawa sifat talasemia serta mencegah kehamilan pasangan suami istri yang membawa sifat talasemia. Langkah-langkah ini merupakan tindakan penanganan yang paling tepat untuk mencegah penyebaran talasemia.

Penanganan talasemia membutuhkan biaya yang cukup tinggi karena memerlukan transfusi setiap 2-4 minggu seumur hidup ditambah dengan berbagai terapi. Hal ini mendorong Laboratorium Klinik Prodia untuk melaksanakan program Prodia Peduli Thalassemia. Salah satu aktivitasnya adalah dengan melakukan edukasi tentang talasemia dan pentingnya pemeriksaan darah sebelum menikah.

Edukasi dilakukan melalui brosur, website, berbagai seminar dan talkshow di banyak event termasuk dalam event wedding expo (Prodia memasukkan tes untuk screening talasemia ini ke dalam panel Check Up Pranikah). Selain itu, sejak 2010, Prodia memberikan minimal 500 paket pemeriksaan screening talasemia gratis khususnya bagi keluarga penderita yang tidak mampu. Menyambut ulang tahunnya yang ke-40, Prodia mengadakan screening talasemia gratis untuk 1.000 orang di Tasikmalaya, salah satu kota dengan angka kejadian talasemia tinggi.   

Prodia juga mengajak karyawan, pelanggan, dan masyarakat untuk menjadi "Sahabat Thalassemia" dengan donasi melalui rekening bersama antara Prodia dan Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI). Donasi terkumpul saat ini hampir Rp 200 juta yang diserahkan kepada YTI untuk screening talasemia  gratis bagi masyarakat yang memerlukan. Bagi Anda yang ingin berkontribusi, donasi dapat diberikan melalui rekening Prodia-YTI di BCA 7310 177 177 atas nama Evy Liswati dan Anny Suryani

Salah satu cara mengidentifikasi pembawa sifat talasemia adalah melalui pemeriksaan laboratorium. Laboratorium Klinik Prodia menyediakan pemeriksaan untuk mendeteksi kemungkinan pembawa sifat talasemia, yaitu Panel Skrining Thalassemia. Pemeriksaan ini mencakup Panel Uji Saring Thalassemia, yaitu Hematologi Rutin, Gambaran Darah Tepi, Analisis Hemoglobin HPLC, Badan Inklusi HbH, Tes Prespitasi DCIP dan Ferritin, dan Panel Analisis Hb dilakukan untuk mendeteksi kelainan hemoglobin dalam darah pasien. Pemeriksaan Ferritin dilakukan untuk mengetahui penyebab anemia karena defisiensi zat besi atau memang ada jejak talasemia dalam tubuh seseorang.

Panel Skrining Thalassemia ini sangatlah dianjurkan bagi seseorang yang memiliki riwayat keluarga penderita talasemia, menderita gejala anemia terus-menerus, mengalami ciri khas penderita talasemia, pasangan usia subur (diagnosis premarital), ibu hamil (diagnosis prenatal), dan seseorang dengan hasil pemeriksaan ukuran sel darah merah lebih kecil walaupun  kadar hemoglobin normal.

Dalam rangka menyambut Hari Talasemia se-Dunia yang jatuh pada tanggal 8 Mei, sekaligus dalam rangka HUT ke-40 Prodia yaitu tanggal 7 Mei, Prodia memberikan keringanan biaya sebesar 20 persen bagi masyarakat yang screening talasemia di Lab Prodia selama Mei 2013. Program yang telah dijalankan sejak 2009 ini bertujuan agar semakin  banyak masyarakat yang melakukan secreening talasemia untuk mencegah peningkatan jumlah pembawa sifat talasemia. Selain itu Prodia memberikan  keringanan biaya pemeriksaan  sebesar 20 persen pada 14-16 Mei 2013, untuk semua pemeriksaan Prodia. Adakah jejak talasemia dalam diri Anda? Sebaiknya segera Anda periksakan diri. (*/IKLAN/MIL)

   

Postingan populer dari blog ini

Aspirin Ampuh Atasi Serangan Jantung

Pendidikan Tinggi dan Gangguan Otak

Kanker Prostat Bahaya Utama Lansia Pria