Usia Penderita Katarak Semakin Muda
SEBAGIAN besar kasus katarak terjadi karena proses degeneratif yang sangat dipengaruhi oleh faktor usia. Kasus ini akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut.
Katarak merupakan kondisi kekeruhan pada lensa mata dengan berbagai tingkatan dan pemicu. Katarak merupakan salah satu penyebab utama kebutaan. Hasil Survey Rapid Assesment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014-2015 mengidentifikasi beberapa faktor penyebab kebutaan dari tujuh provinsi di Indonesia, katarak menempati porsi terbesar dengan 75,5 persen.
Sayangnya sejak beberapa tahun ini kasus katarak semakin maju usianya alias lebih muda. Bila dulu, katarak lebih banyak menyerang manusia usia kepala 6, alias 60 tahun-an, kini maju menjadi 50 tahunan. Bahkan yang lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, katarak sudah mulai menyerang di usia kepala 4.
Ada pula katarak sudah diderita sejak bayi atau kanak-kanak, biasanya ini merupakan gangguan dari lahir. Salah satu penyebabnya, ketika hamil, ibu mengonsumsi obat-obatan jenis steroid.
Sinar matahari yang memancar dengan 'garang' dituding sebagai penyebab katarak datang lebih cepat. Dr Setiyo Budi Riyanto SpM(K) menyarankan penggunaan kacamata yang bisa menghalau sinar ultraviolet (UV) ketika beraktivitas di luar ruangan. Jangan biarkan bola mata 'telanjang' kena sinar matahari.
"Katarak muncul di negara tropis karena banyaknya sinar matahari yang mempercepat penebalan katarak di retina mata, " ujar dokter Budi saat konferensi pers JEC Hadirkan Fetosecond Laser-Assisted Cataract Surgery di RS Mata JEC Menteng, Rabu (20/2).
Bila sudah terkena katarak, akan mengganggu aktivitas karena penglihatan menjadi berkurang. Seseorang dikatakan sudah mengalami katarak bila penglihatan sudah mengalami penurunan atau kabur, dan melihat seperti ada asap. Pandangan jauh akan berkurang, hingga hanya mampu melihat 3-5 meter saja. Bahkan bila dibiarkan, pandangan menjadi hitam dan putih saja.
Sebelum benar-benar penglihatan menjadi kabur, sebaiknya segera ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Memastikan penurunan penglihatan disebabkan oleh apa. Bila karena katarak bisa segera dilakukan operasi katarak.
Kapan Operasi Dilakukan?
Bila dokter telah menyarankan mata segera dioperasi katarak, seyogyanya harus segera dilakukan. Bila terus ditunda, selain akan mengganggu aktivitas karena penglihatan semakin kabur dalam jarak dekat, risiko operasi juga semakin tinggi.
"Bila katarak semakin tebal, makin keras, makin mateng, faktor risikonya juga akan semakin besar. Misalnya faktor infeksi lebih tinggi," ujar Dokter Budi yang juga menjabat sebagai Direktur Utama JEC Menteng.
Ia menegaskan, orang harus dilakukan operasi ketika penglihatan sudah kabur, nyetir mobil sudah tidak bisa karena penglihatannya yang sudah jarak pendek sekali. Dulu, dokter menyarankan melakukan operasi katarak ketika dianggap 'sudah mateng' artinya penglihatan sudah di bawah 3 meter. Namun, kini saran itu tidak berlaku lagi. Penglihatan sudah buram dan terganggu karena katarak, sudah bisa dilakukan operasi.
Sesuai aturan global, ketika memutuskan akan melakukan operasi katarak, dokter akan mengoperasi satu mata dulu. Setelah mata tersebut normal kembali baru dilakukan operasi satu mata lainnya.
Teknologi Operasi Katarak
Teknologi operasi katarak seiring waktu juga mengalami pemutakhiran. Dari yang sebelumnya menggunakan pisau bedah, kini menjadi operasi katarak berbasis laser (Femtosecond Laser Assisted Cataract Surgery-FLACS). Dengan teknik ini dokter melakukan tindakan membuat luka insisi selebar 2,2 mm dan proses penghancuran katarak dengan bantuan komputer, dan kemudian masuk ke proses pemasangan lensa buatan guna mengembalikan fungsi penglihatan. Setelah tindakan operasi, pasien bisa langsung pulang dan tidak perlu menutup bagian mata. Dalam kondisi normal, waktu pemulihan pascaoperasi berlangsung sekitar seminggu.
Dokter Budi menjelaskan," pembedahan menjadi metode umum untuk penyembuhan katarak. FLACS merupakan salah satu teknologi terkini. Teknologi berbasis laser femtosecond ini mampu menghasilkan ketepatan sayatan pada kornea dan pemotongan kapsul lens dengan tingkat akurasi yang tinggi. Hal ini juga meningkatkan ketepatan posisi IOL (Intraocular lens) atau lensa tanam. Proses membelah-belah lensa katarak menjadi bagian kecil, juga berpengaruh pada rendahnya penggunaan energy ultrasound yang artinya meningkatkan juga keamanan pasien selama operasi.
"Keuntungan lain dari pemanfaatan FLACS pada pasien katarak adalah durasi operasi yang lebih singkat dan masa penyembuhan pasien juga lebih cepat. Proses operasi hanya membutuhkan waktu 15-20 menit per mata," jelas Dokter Budi.
RS JEC, lanjut Budi, menjadi yang pertama yang mengadopsi teknologi FLACS ini di Indonesia dan kedua di Asia. Untuk bisa mendapatkan layanan operasi katarak dengan teknologi FLACS ini harus mengocek uang setara Rp 28 juta hingga Rp 38 juta per mata. Penambahan biaya tergantung kualitas lensa tanam yang dipilih. (Iis)
Tips
1. Kalau ada keluhan mata jangan mengobati sendiri tapi ke dokter. Pasalnya salah obat akan membahayakan mata dan akan sulit memperbaikinya.
2. Kalau penglihatan mulai kabur juga segera diperiksakan ke dokter. Bisa menggunakan kacamata saja, obat atau tindakan operasi. Bila dokter menyarankan hanya menggunakan kacamata, sebaiknya kacamata itu benar-benar digunakan.
3. Ketika melaksanakan kegiatan outdoor atau di luar ruangan, gunakan kacamata yang bisa menghalau sinar UV. Sinar UV membuat katarak dan gangguan retina.
Sesuai aturan global, ketika memutuskan akan melakukan operasi katarak, dokter akan mengoperasi satu mata dulu. Setelah mata tersebut normal kembali baru dilakukan operasi satu mata lainnya.
Teknologi Operasi Katarak
Teknologi operasi katarak seiring waktu juga mengalami pemutakhiran. Dari yang sebelumnya menggunakan pisau bedah, kini menjadi operasi katarak berbasis laser (Femtosecond Laser Assisted Cataract Surgery-FLACS). Dengan teknik ini dokter melakukan tindakan membuat luka insisi selebar 2,2 mm dan proses penghancuran katarak dengan bantuan komputer, dan kemudian masuk ke proses pemasangan lensa buatan guna mengembalikan fungsi penglihatan. Setelah tindakan operasi, pasien bisa langsung pulang dan tidak perlu menutup bagian mata. Dalam kondisi normal, waktu pemulihan pascaoperasi berlangsung sekitar seminggu.
Dokter Budi menjelaskan," pembedahan menjadi metode umum untuk penyembuhan katarak. FLACS merupakan salah satu teknologi terkini. Teknologi berbasis laser femtosecond ini mampu menghasilkan ketepatan sayatan pada kornea dan pemotongan kapsul lens dengan tingkat akurasi yang tinggi. Hal ini juga meningkatkan ketepatan posisi IOL (Intraocular lens) atau lensa tanam. Proses membelah-belah lensa katarak menjadi bagian kecil, juga berpengaruh pada rendahnya penggunaan energy ultrasound yang artinya meningkatkan juga keamanan pasien selama operasi.
"Keuntungan lain dari pemanfaatan FLACS pada pasien katarak adalah durasi operasi yang lebih singkat dan masa penyembuhan pasien juga lebih cepat. Proses operasi hanya membutuhkan waktu 15-20 menit per mata," jelas Dokter Budi.
RS JEC, lanjut Budi, menjadi yang pertama yang mengadopsi teknologi FLACS ini di Indonesia dan kedua di Asia. Untuk bisa mendapatkan layanan operasi katarak dengan teknologi FLACS ini harus mengocek uang setara Rp 28 juta hingga Rp 38 juta per mata. Penambahan biaya tergantung kualitas lensa tanam yang dipilih. (Iis)
Tips
1. Kalau ada keluhan mata jangan mengobati sendiri tapi ke dokter. Pasalnya salah obat akan membahayakan mata dan akan sulit memperbaikinya.
2. Kalau penglihatan mulai kabur juga segera diperiksakan ke dokter. Bisa menggunakan kacamata saja, obat atau tindakan operasi. Bila dokter menyarankan hanya menggunakan kacamata, sebaiknya kacamata itu benar-benar digunakan.
3. Ketika melaksanakan kegiatan outdoor atau di luar ruangan, gunakan kacamata yang bisa menghalau sinar UV. Sinar UV membuat katarak dan gangguan retina.