Anoreksia, Bulimia tergolong sakit jiwa

ADA dua penyakit jiwa yang berkaitan dengan masalah diet. Yaitu, anoreksia dan bulimia. Beberapa nama besar selebriti dunia, termasuk di antaranya mendiang Putri Diana, pernah dikabarkan menderita penyakit tersebut akibat, ketakutan yang berlebihan terhadap kegemukan. 

Penyakit anoreksia maupun bulimia merupakan salah satu bentuk dari pola diet yang salah. Kedua penyakit ini timbul akibat kondisi jiwa seseorang yang tidak stabil.
National Association of Anorexia Nervosa and Associated Disorders (ANAD), sebuah asosiasi yang menangani masalah penyakit anoreksia di Amerika Serikat, menjelaskan bahwa wanita lebih rentan terkena penyakit anoreksia.

Disebutkan bahwa wanita muda yang menderita penyakit salah pola diet ini mempunyai potensi meninggal 12 kali lebih besar dibandingkan dengan teman sebayanya yang normal. Bahkan, tidak sedikit wanita muda yang melakukan bunuh diri ketimbang harus berkonsultasi dengan psikiater bagaimana memecahkan masalah takut gemuk yang mereka alami.

Data ANAD menyebutkan bahwa kematian penderita anoreksia pada setiap 10 tahun mencapai 5%, bahkan selama 20 tahun belakangan ini meningkat menjadi 20%. Para dokter selalu menemukan kasus anoreksia berkatian dengan kebiasaan diet yang salah, ingin mengurangi berat badan secara cepat karena ketakutan berlebihan terhadap kegemukan, dan sebagainya.

Ciri-ciri orang yang menderita anoreksia nervosa adalah perasaan gugup, karena kurang atau sulit konsentrasi, perasaan selalu depresi, sakit jantung, dan tidak ada nafsu makan. Penderita anoreksi selalu berpikir apabila ia makan maka makanan yang masuk ke dalam tubuh akan menyebabkan tubuhnya menjadi gemuk. Untuk itu, ia lebih baik tidak makan karena takut berat badannya bertambah.

Ciri lain yang perlu diperhatikan adalah tekanan darahnya rendah sehingga penderita tampak lesu dan pucat, napas pendek-pendek, dada sakit, kedinginan, ditandai dengan bibir dan kuku berwarna biru, serta gangguan pada tulang. Penderita anoreksia sering mengalami osteoporosis. Tulang gampang patah atau tulang berubah menjadi lunak.

Dari hasil penelitian patah tulang, penderita anoreksia tujuh kali lebih besar di saat orang itu mengalami kecelakaan Bahkan, pertumbuhan giginya pun akan mengalami hambatan. Enamel gigi mengalami kerusakan sehingga penderita susah menggosok  gigi karena bisa jadi gosokannya akan menyebabkan gigi rapuh.     

Pada tingkat yang lebih parah penderita anoreksia akan mengalami gangguan ginjal yang berakibat pada batu ginjal, perut terasa sakit, buang air terus-menerus, dehidrasi, tubuh menjadi menyusut, rambut rontok, dan jantung mulai keracunan.

Penderita anoreksia bisa cepat meninggal karena serangan jantung akibat kekurangan oksigen di dalam darah.

Lalu, apa sebetulnya anoreksia nervosa itu?

Orang yang menderita anoreksia nervosa pada awalnya dirinya mengalami gangguan psikologis takut berat badannya bertambah. ketakutan terhadap kegemukan ini makin besar sehingga ia melakukan cara diet yang salah untuk mengurangi berat badan. Makanan bergizi yang seharusnya dikonsumsi untuk pertumbuhan badan serta energi, bagi penderita anoreksia tidak demikian. Seluruh makanan dianggap sebagai penyebab kegemukan. Untuk itu, dalam pola makan mereka memilih cara aman menjadi vegetarian. Sedangkan makanan yang mengandung protein ia singkirkan karena takut membuat gemuk.

Pada umumnya, berat badan penderita anoreksia 15% di bawah berat badan normal. Penderita anoreksia akan selalu mengukur seluruh berat makanan karena dikhawatirkan akan menyebabkan kegemukan. Kontrol yang ketat terhadap diri sendiri ini membuat dirinya tanpa sadar telah terkucil dari lingkungan sosialnya. Karena, ketika teman-temannya ingin berkumpul dan makan enak, misalnya, penderita anoreksia lebih baik memilih mengurung di kamar karena makanan-makanan enak seakan menjadi momok yang menakutkan bagi dirinya.  

Problem yang dihadapi penderita anoreksia adalah masalah penampilan tubuh. Setiap kali ia mengaca ke cermin, meskipun tubuhnya sudah cukup ideal, masih saja merasa atau menilai bahwa dirinya terlalu gemuk. Akibatnya, ia terus-menerus melakukan diet yang salah meskipun tubuhnya sudah tampak sangat kurus.

Orang yang menjurus ke anoreksia akan mengalami beberapa tahapan. Pertama, orang tersebut akan mengonsumsi pil pelangsing terus-menerus untuk merampingkan tubuh. Apabila tindakan itu dirasa tidak berhasil, ia akan melakukan diet ketat berupa hanya makan makanan rendah kalori setiap harinya, atau makan sebutir permen untuk makan siangnya, bahkan diganti dengan minum air putih saja.

Ketika ia tidak puas dengan kondisi tubuhnya maka tindakan terakhir adalah tidak makan sama sekali. Bagi penderita anoreksia, seluruh makanan ia anggap sebagai penyebab kegemukan. Satu buah biskuit pun di matanya merupakan timbunan lemak. Tahap terakhir ini yang disebut dengan binge eating atau purging type.

Lantas bagaimana pula dengan bulimia nervosa?

Agak berbeda dengan anoreksia, penyakit bulimia tidak seironis anoreksia. Penderita bulimia pada umumnya mengalami gangguan, stres, kejiwaan yang juga diakibatkan oleh perasaan takut gemuk. Perasaan yang tidak bahagia, tidak dihargai, merasa dilecehkan dan sebagainya juga kerap kali menghantui para penderita bulimia. Ciri-ciri utama penderita bulimia adalah memuntahkan sebagian dari makanan yang dimakannya.

Ketika di dalam pesta, misalnya, ia bisa makan begitu enak. Tetapi, setelah itu, kemudian muncul perasaan bersalah mengapa ia melakukan itu. Kemudian ia memadukkan jari tangan ke mulut hingga menekak tenggorok agar makanan tersebut bisa dimuntahkan kembali. Pada umumnya tidak semua makanan bisa dimuntahkan, hanya beberapa saja yang keluar.

Penderita bulimia memang tergolong lebih realistis dibanding penderita anoreksia. Berat badan penderita bulimia terkadang kelebihan atau kurang. Setiap bercermin, penderita akan introspeksi bahwa dirinya mengalami kelebihan berat badan di beberapa bagian tubuhnya.

Penderita bulimia akan mengalami rasa cepat lelah, stres, gampang emosi, dan lesu. Namun, penderita bulimia bisa menjadi anoreksia apabila tidak segera ditolong oleh dokter. Karena, 50% pasien penderita bulimia bisa mengalami anoreksia symptom, demikin juga sebaliknya penderita anoreksia pada tahap akut bisa mengalami bulimia symptom.

Tetapi, tidak ada yang lebih baik, bulimia atau anoreksia. Keduanya sama berbahaya, dan dikategorikan sebagai penyakit jiwa akibat pemahaman tentang diet yang salah.

(Nda/berbagai sumber/V-1)     

Postingan populer dari blog ini

Aspirin Ampuh Atasi Serangan Jantung

Pendidikan Tinggi dan Gangguan Otak

Kanker Prostat Bahaya Utama Lansia Pria