Hati-hati jika mulai sering lupa

Silvia F Lumempouw dokter dari Sub. Div. Neurologi Behaviour, Bagian Neurologi FKUI/RSCM, dalam Simposium Neuro-onkologi menuturkan neoplasma intrakranial dapat menimbulkan gangguan neuro-behaviour, atau perubahan tingkah laku.

Deteksi dini adanya tumor otak sangat penting, katanya, sebab bila sudah dengan gejala peningkatan tekanan intrakranial dapat mengancam kehidupan dan harus segera diantisipasi dengan operasi. 
Silvia memberikan beberapa contoh kasus pasien yang datang berobat ke RSCM tahun lalu. Salah satunya adalah kasus seorang pria yang kini berusia 48 tahun, baru sadar terserang tumor otak setelah 14 tahun kemudian. 

Dia datang ke UGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan keluhan utama sering lupa, yang dialaminya sejak empat tahun lalu. Menurut pegawai kejaksaan itu keluhan tersebut berawal dari 14 tahun lalu di mana dia tiba-tiba mengalami kejang seluruh tubuh selama 10 menit ketika sedang istirahat.

Ketika kejang dia tidak sadar (pasien tidak ingat bahwa dia kejang). Tujuh tahun  kemudian dia mengalami kejang lagi dengan pola yang sama, serangan terjadi di saat dia tidur.

Dia mendatangi dokter spesialis saraf dan dilakukan pemeriksaan EEG. Hasilnya dia divonis menderita epilepsi dan untuk itu rutin minum obat selama dua tahun. Setelah itu pasien terputus minum obat karena pindah tempat tinggal dan sulit mendapatkan obat serta kontrol ke dokter.

Tiga tahun kemudian dia mengalami kejang lagi, juga ketika sedang tidur. Dia pun mulai sering lupa. Ketika menceritakan sesuatu sering ada hal-hal yang tidak sesuai seperti hari, tanggal, nama orang, tempat kejadian. Dia juga lupa nama anak-anaknya. Selain itu gerakannya lambat, makin malas dan sering tidur. 

Dia ke dokter saraf lagi dan rutin minum obat selama enam bulan. Lalu terputus lagi karena sulit mendapatkan obat. Sejak saat itu dia sering mengeluh sakit kepala dan lemas.

Satu tahun sebelum masuk rumah sakit dia sering mengalami kejang, dalam tiga bulan bisa sampai lima kali. Keluhan lupa semakin berat dan dia menjadi kian pendiam. Dia tidak bisa bekerja lagi.

Sering ngompol
Istrinya menuturkan suaminya sudah berbeda, gerakannya makin lambat, jalan diseret, dan bicara pelo. Namun pasien bisa membaca dengan baik. Dia juga sering ngompol karena tak bisa menahan buang air kecil, tapi buang air besar masih normal.

Padahal, pasien sebelumnya tidak punya riwayat trauma, sering demam, hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung serta kejadian kejang. Begitu juga dengan riwayat penyakit keluarga tidak ada yang menderita sering kejang atau penyakit seperti dia. 

Ada apa gerangan, penyakit apa yang mendera ajudan di kejaksaan tinggi itu? Setelah diperiksa dengan seksama, CT scan di kepala menunjukkan bahwa MR menderita tumor otak yang menyebabkan gangguan fungsi luhur (sindroma lobus frontal).

Pasien dirawat untuk eksplorasi lebih lanjut. Ternyata ada gangguan atensi, pemahaman bahasa, gangguan memori visual, auditorik, gangguan kognitif, dan visuospatial. Pasien dioperasi dua kali. 

Pada operasi pertama dilakukan pengangkatan massa tulang (hipertosis). Ada perbaikan dalam fungsi memorinya, pasien bisa dipulangkan. Tiga bulan kemudian dia menjalani operasi kedua untuk pengangkatan tumor (September 2004).

Pascaoperasi dia pernah mengalami kejang satu kali berupa kaku di seluruh tubuh dan tidak sadar sekitar dua menit. Setelah itu pasien tidak mengeluh diserang kejang lagi, dan dia bisa beraktivitas lagi. 

Jadi, tambah dokter Tegguh, dengan upaya kedokteran dan bidang kesehatan saat ini, penyakit tumor otak bisa diatasi walau masih dengan risiko yang fatal meninggal, atau pasien mengalami kecacatan, tergantung berat ringannya penyakit.

"Mitos bila seseorang terkena tumor otak, habis riwayatnya, bisa dihilangkan. Jangan panik dan takut berlebihan bila mengalami gejala-gejala yang disebutkan tadi seperti sering mengalami sakit kepala, mudah marah, tiba-tiba jadi pintar, atau semakin bodoh dan pelupa, datang ke dokter untuk periksa diri," ungkap Teguh A.S Ranakusuma. (yr) 

Postingan populer dari blog ini

Aspirin Ampuh Atasi Serangan Jantung

Pendidikan Tinggi dan Gangguan Otak

Kanker Prostat Bahaya Utama Lansia Pria