Kimiawi Seks
- Oxytocin. Hormon lain yang diproduksi kelenjar pituitari, ovarium, dan testis. Bertugas membantu produksi susu, kontraksi rahim saat melahirkan, dan menimbulkan perasaan menyenangkan saat orgasme.
- Alpha Melanocyte Polypeptide. Diproduksi oleh kelenjar pituitari. Produksi zat ini dapat memicu ereksi pada pria.
- Pheromone. Ilmuwan meyakini zat yang diproduksi oleh kelenjar pada ketiak ini dapat memicu gairah seks orang lain secara tidak sadar. Pheromone ditemukan pada hewan, belum ada bukti pada manusia.
- Epinephrine/norepinephrine. Ditemukan pada kelenjar adenalain di atas ginjal, sumsum tulang belakang dan otak. Memainkan peranan penting dalam respons seks dan orgasme.
- Estrogen. Hormon yang diproduksi ovarium dan otak, mengatur proses produksi sel telur pada wanita. Juga terlibat dalam timbulnya gairah seks.
- Dopamine. Disebut-sebut sebagai komponen neurotransmitter paling penting yang terlibat dalam timbulnya dorongan seks. Sel-sel saraf yang memproduksi dopamine memberikan persepsi dunia luar bagi seseorang, menghasilkan apa yang disebut sexy mood.
- Serotonin. Neurotransmitter yang diproduksi otak tengah dan batang otak ini membantu seseorang merasakan kepuasan, termasuk saat orgasme. Tetapi, anehnya obat-obatan pemicu serotonin malah membuat orang sulit orgasme.
- Nitrat Oksida. Saat terangsang secara seksual, sel-sel pada daerah genital (organ seks) melepas zat ini menyebabkan pembuluh darah membesar dan aliran darah menjadi lebih lancar. Obat seperti Viagra memicu dilepasnya nitrat oksida ini secara artifisial.
- Vasoactive Intestinal Polypeptide. Ditemukan pada usus dan otak pria, kerja protein ini mirip nitra oksida: membuka pembuluh darah untuk mengkatkan ereksi dan memicu libido.
- Testosteron. Diproduksi oleh testis dan ovarium, dan dalam jumlah kecil di otak. Bagi pria, testosteron merupakan hormon kunci pemicu dorongan seks.