TANGGAPAN PENDIDIKAN DOKTER
Setelah membaca tulisan Satryo Soemantri Brodjonegoro, saya bisa merasa lega. Ada pakar di bidang pendidikan tinggi yang mengemukakan pandangan dengan jelas.
Bangsa Indonesia memang penikmat konsep yang muluk-muluk dan indah. Mendahulukan kulit dari isi. Akibatnya, kita lihat, antara lain, bertimbunnya pengamat di berbagai bidang. Saya pun terbawa menjadi pengamat yang semoga masih dibekali nilai keprihatinan.
Menurut saya, seorang dokter sebagai profesional sebenarnya sederhana tuntutan dalam pencapaian kinerjanya. Dia cukup memiliki KSA: knowledge yang berarti pengetahuan atau ilmu, skill yang berarti keterampilan serta ability atau kemampuan untuk menerapkan skill tadi, dan yang terpenting adalah attitude atau perilaku dalam menjalankan profesinya.
Kurikulum kedokteran yang ada, apalagi pada fakultas kedokteran yang tidak terakreditasi, mengabaikan pendekatan holistik dan komprehensif untuk menghasilkan peserta didik dengan KSA tersebut. Hal ini juga terjadi pada pendidikan dokter spesialis.
Tidak perlu heran jika benturan antara penyedia pelayanan kesehatan dan pengguna jasa pelayanan kesehatan makin sering terjadi. Sayangnya, pengambilan keputusan dalam membuat kebijakan di bidang ini masih berputar-putar dalam hal-hal yang masih bersifat normatif dan lalai terhadap esensi profesi kedokteran.
HADISUDJONO SASTROSATOMO
Perumahan Billy & Moon, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur