LINDUNGI DIRI ANDA
Seks mestinya menyenangkan, bukan malah membawa Anda pada kesulitan. Istilah safe sex atau hubungan intim yang aman kini banyak dianjurkan dengan makin luasnya informasi mengenai penyebaran penyakit hubungan seksual. Dalam hal ini, virus penyebab AIDS bukan satu-satunya. Masih banyak kuman penyakit lain yang ditularkan lewat hubungan seksual. Mulai dari bentuk jamur, protozoa, sampai berbagai virus. Semuanya menular melalui kontak cairan tubuh yang terjadi ketika hubungan seks dilakukan.
Banyak wanita mengira bahwa hubungan seks yang perlu diamankan adalah hubungan seks di kalangan pekerja seks komersial atau mereka yang terang-terangan berganti-ganti pasangan seksual. Namun, dari berbagai penelitian sudah terbukti bahwa pada pasangan yang monogamis pun terjadi penyebaran penyakit hubungan seksual yang cukup tinggi. Nah, tidak ada salahnya bila Anda ingin melindungi diri, bila merasa tidak aman.
Bagi banyak wanita, seks yang aman diartikan sebagai seks yang tidak mengakibatkan kehamilan, bukannya seks yang juga bebas dari infeksi. Bila Anda sudah menggunakan kontrasepsi yang lebih mengamankan dari kehamilan daripada infeksi, tak ada salahnya menggunakan dua metode sekaligus bila perlu. Misalnya, bila Anda belum ingin hamil dan suami atau Anda sendiri sedang dalam pemeriksaan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus - misalnya hepatitis - maka selain pil kontrasepsi yang sudah Anda gunakan, Anda perlu menggunakan kondom.
Secara umum, seks yang aman adalah yang disertai pencegahan penyebaran cairan ketika hubungan intim dilakukan. Seks yang aman dapat dilakukan dengan melakukan hubungan seks tanpa penetrasi atau bila penetrasi dilakukan, pemakaian kondom menjadi keharusan. Kini kondom tersedia untuk pria maupun wanita.
Berikut adalah beberapa kegiatan yang berisiko untuk diwaspadai:
- Hubungan intim melalui anus, tanpa menggunakan kondom.
- Melakukan hubungan melalui vagina tanpa kondom.
- Menggunakan alat bantu seks yang dimasukkan ke dalam vagina, seperti vibrator dan sejenisnya.
- Kegiatan yang dapat menyebabkan perdarahan, baik sengaja atau tidak sengaja.
- Memasukkan salah satu bagian tubuh ke anus.
- Ciuman dalam mulut ke mulut termasuk berisiko bila ada perdarahan pada gusi atau sariawan.
- Melakukan hubungan seks ketika menstruasi meningkatkan risiko terhadap penularan virus yang ada dalam darah.
- Hubungan seks yang dilakukan dalam keadaan vagina tidak siap (kering). Perlecetan akan mudah terjadi dan risiko penularan penyakit pun meningkat.