DRAGON FOOD AROUND THE WORLD
- Tanaman buah naga berasal dari Meksiko. Awalnya buah ini hanyalah buah hutan yang tidak dimakan. Namun, setelah dibawa oleh orang Perancis ke Cina, ia berubah nama menjadi buah naga.
- Orang-orang suku Indian juga mengonsumsi buah naga, mereka menyebutnya dengan pitaya roja atau pitaya merah. Orang Indian percaya bahwa buah Naga ini mampu meningkatkan kesuburan dan kejantanan kaum pria.
- Masyarakat Eropa mengolah buah Naga menjadi pai. Ada pula yang menyantapnya sebagai dessert dalam bentuk es krim. Kini buah ini sudah mulai digunakan sebagai bahan baku pembuatan wine.
- Di Singapura, buah naga isi merah adalah spesies yang paling disukai karena rasanya lebih manis dibandingkan jenis lainnya.
- Meski tergolong buah elit dan mahal, namun di Thailand, jika sedang musim - buah yang populer dengan nama Kaew Mangkom ini dipasarkan di wet market alias pasar becek.
- Di Vietnam, buah naga disebut Thanh Long (baca: Thang-Loy) atau Clever Dragon. Ini dikarenakan khasiatnya yang hebat dan mampu menyembuhkan beragam jenis masalah kesehatan.
- Di China, buah naga populer dengan nama Feuy Long Kwa. Masyarakat setempat menganggap buah ini membawa berkah, sehingga sering diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar persembahan kepada dewa. Warna merah buah menjadi mencolok di antara warna naga yang hijau. Buah naga juga dipercaya oleh penduduk wanita setempat untuk menghaluskan kulit wajah sehingga tampil lebih cantik.
- Di Taiwan, Shien Mie Kuo adalah nama populer dari Buah Naga. Dan Teh bunga buah naga menjadi minuman yang mewah dan nikmat dan disukai oleh masyarakat setempat.
- Di Malaysia, Buah Naga dibudidayakan pertama kali pada tahun 2003 oleh Chan Weng Chuen yang tinggal di Pahang, sejak lima tahun lalu. Di negeri jiran ini, buah naga diolah menjadi beragam jenis masakan: mulai dari sup dan dicampur dengan daging maupun tulang, bahan baku salad ataupun digoreng dengan sambal terasi, hingga sayur kelopak bunga Buah Naga.
- Di Indonesia, Buah Naga baru masuk sekitar tahun 2000 dan dibudidayakan untuk pertama kalinya oleh Joko Rainu Sigit, sarjana biologi Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) yang tinggal di Klaten-Jawa Tengah. Berkat Joko, buah naga kini juga dikembangkan oleh berbagai daerah lain di Indonesia seperti Malang, Madura, hingga Papua.
- Di Australia, buah ini populer dengan nama Rhino Fruit.