Menguak Tabir Perisai Kulit

Banyak orang merawat kulit bila sudah mengalami luka atau rusak. Padahal, merawat kulit untuk mencegah penuaan dini tidaklah sulit. Misalnya, menggunakan tabir surya. 

Tubuh sehat tercermin dari kulitnya. Kulit kusam menandakan kondisi tubuh tidak fit. Karena, kulit punya fungsi penting selain indera perasa dan selubung tubuh dari ancaman kondisi alam sekitar. Misalnya, kulit berfungsi sekresi, pengatur suhu, pelindung dari virus dan bakteri, serta mengeluarkan cairan. 

Dalam satu cm2, kulit rata-rata  berisi satu m pembuluh darah, dua instrumen perasa dingin, empat m saraf, 10 rambut, 12 perasa panas, 15 kelenjar keringat, 200 ujung saraf perasa sakit, dan 3.000 sel sensor di ujung serabut saraf. Jadi, kulit sangat penting dirawat dan sekali-kali dimanjakan dengan perawatan khusus.

Hindarkan Kulit dari Musuh Utama 

Musuh utama kulit dari luar tubuh adalah sinar ultraviolet (UV) matahari. Sinar UV, terutama UV B, kerap dituding sebagai penyebab penuaan dini (premature aging). Penuaan dini sering dijumpai pada bagian tubuh terbuka, seperti wajah, tangan, dan kaki. Wujudnya berupa warna kulit lebih hitam, keriput, kusam, bercak-bercak coklat kehitaman (melasma).

Bila dibiarkan, bercak-bercak hitam yang umumnya terjadi pada wanita bisa meluas. Sinar UV yang terus-menerus bisa membuat kulit jadi rusak. Lebih gawat lagi, terkena kanker kulit. Ancaman dari dalam tubuh pada kulit berasal dari hormonal, keturunan, stres, dan radikal bebas. Kerusakan kulit kerap dialami mereka yang berusia di atas 30 tahun.

Gunakan Tabir Surya

Sebenarnya, kulit dilengkapi sistem perlindungan diri dari sengatan sinar UV berkat lapisan tanduk, melanin, dan antioksidan. Toh, pada tingkat radiasi tertentu, mekanisme proteksi itu jebol juga. Karena itu, kulit butuh perisai tambahan dari luar. Selain pakaian dan topi, sistem pertahanan buatan dari luar yang paling efektif adalah tabir surya (sun screen).

Tabir surya adalah produk perawatan untuk mencegah penuaan dini. Malah, ia pun mampu mengurangi risiko kanker kulit hingga 80%. Produk ini mudah dijumpai. Bentuknya beragam. Seperti, produk yang mengandung zat anti-ultra-violet, misalnya, produk keluaran L'Oreal, pelembut raga Tanjung dari Sari Ayu, atau Nivea Visage. Krim tabir surya bisa dipakai setiap hari sebab intensitas sinar matahari di daerah tropis cukup tinggi.

Pilih SPF Sesuai Kondisi

Menurut dr. Retno Iswari Tranggono, Sp.KK, dari Ristra Indolab, kemampuan tabir surya dalam melindungi kulit tergantung tingkat faktor perlindungan terhadap sinar matahari (Sun Protection Factor (SPF). Krim yang baik harus mengandung SPF 15 berarti produk itu akan meneruskan sinar matahari seperlima belas saja.

Arti lainnya, berjemur di bawah matahari tanpa sunscreen selama empat menit. Sebaiknya krim dengan SPF 60 hanya akan meneruskan seperenam puluh sinar matahari ke kulit. Atau, berjemur tanpa sun screen selama dua menit. Jadi, kian besar kandungan SPF kian efektif berfungsi sebagai perisai kulit terhadap sinar matahari. 

Bagi yang hanya kadang-kadang berada di bawah terik matahari bisa menggunakan tabir surya dengan SPF antara 15 hingga 30. Sedang mereka yang lebih sering dipanggang terik matahari, lebih baik bila memakai krim yang mengandung SPF 60 atau lebih. Sebab itu, pintarlah memilih kandungan SPF sesuai kondisi.

Chemical & Physical Sunscreen

Retno membedakan tabir surya berdasarkan komposisi dan cara kerjanya di kulit menjadi dua macam; chemical suncreen (kimiawi) dan physical sunscreen (fisik). Tabir surya kimiawi bekerja dengan hanya menyerap radiasi sinar UV B. Tabir surya ini sebaiknya digunakan 20 menit sebelum beraktivitas di bawah sinar matahari.

Sedangkan, tabir surya fisik mampu menahan sinar UV B dan A sekaligus. Waktu kerjanya lebih lama dibanding kimiawi karena sifatnya yang tidak mudah rusak akibat radiasi sinar matahari. Kekurangannya hanya kurang menarik secara kosmetik lantaran tampak tebal dan putih bila dipakai di wajah.   

Hindari Krim Penyebab Iritasi

Krim tabir surya bisa dioleskan ke seluruh tubuh yang terbuka terutama wajah. Tapi, jangan sampai terkena bagian mata. Tiap pagi, krim ini bisa dipakai untuk alas bedak selain mengandung SPF tinggi, tabir surya yang baik juga tak menyebabkan alergi. Sebaiknya, bila sebelum menggunakannya, krim tabir surya dicoba sedikit di bagian punggung kulit.

Bila muncul reaksi alergi, segera hentikan. Lalu, jangan menggunakan kosmetik dari bahan atau merek yang sama karena reaksinya akan lebih hebat. Krim tabir surya yang patut dihindari adalah yang berbahan merkuri karena secara kumulatif akan berpengaruh terhadap ginjal, mengandung aroma parfum dan kadar zat pengawet rendah sebab kerap jadi penyebab utama iritasi kulit.

FARMAKOSINDO/Soffie    

Tips:

1. Pilih tabir surya yang mencantumkan tanda PABA Free (Para Aminobenzoic Acid) pada label atau kemasannya. Unsur kimia ini bersifat iritatitf pada kulit. 

2. Gunakan tabir surya berspektrum luas yang mampu melindungi kulit dari UV A dan UV B.

3. Pilih yang sesuai dengan tipe kulit Anda. Tabir oil free cocok bagi Anda tipe kulit berminyak sedang pada tipe kulit normal atau kombinasi, gunakan tabir surya oil based. 

4. Gunakan krim tabir surya setiap hari - baik cuaca cerah maupun mendung - setidaknya mengandung SPF 15. Tunggu setengah jam sebelum ke luar ruangan agar meresap ke dalam kulit.

5. Ulangi kembali pemakaian tabir surya sesering mungkin, terutama bila Anda sering berkeringat atau habis berenang.

6. Jangan pelit-pelit menggunakan krim tabir surya. Untuk melindungi kulit seseorang dewasa dengan ukuran tubuh rata-rata dalam pakaian renang, Anda butuh setidaknya satu ons krim tabir surya.   

7. Gunakan tabir surya pada semua permukaan tubuh yang terkena matahari seperti leher, telinga, lengan, tangan dan bahu, selain di wajah.

8. Ingat masa kadaluarsa tabir surya. Biasanya, setelah satu tahun tabir surya akan terurai. 

Postingan populer dari blog ini

Aspirin Ampuh Atasi Serangan Jantung

Pendidikan Tinggi dan Gangguan Otak

Kanker Prostat Bahaya Utama Lansia Pria