Pilek Alergi (Bagian II)
KESULITAN penentuan penyebab dan tingkat keparahan oleh dokter pada umumnya karena ketidakakuratan informasi yang diberikan orangtua, informasi lengkap biasanya diperoleh setelah pasien berkunjung beberapa kali. Wawancara diarahkan untuk mencari faktor pencetus, seperti lingkungan, makanan, atau faktor fisik, seperti dingin, kelelahan, dan sebagainya. Pemeriksaan penunjang ditujukan untuk mencari adakah komplikasi sinusitis, asma, dan faktor pencetus alergi.
Parahnya gejala pilek alergi pada anak dapat disebabkan oleh tekanan fisik atau tekanan psikis yang terjadinya bersamaan dengan kondisi anak yang sedang terpapar dan mengalami sensitivitas terhadap alergen makanan, bulu binatang, debu rumah, atau alergen lain. Tekanan fisik dapat terjadi dalam bentuk kedinginan, sakit influenza, kelelahan akibat beraktivitas fisik seperti berlari, berenang, dan olahfisik lainnya. Tekanan psikis bisa dalam bentuk menangis, ketakutan, marah atau bahkan karena tertawa terbahak-bahak.
Pengobatan pilek alergi meliputi menghindari alergen, imunoterapi, dan/atau farmakoterapi (antihistamin, dekongestan, kortikosteroid, stabilisator, sel mast, anti-leukotriene, antikolinegik). Meksipun pilihan jenis terapi melimpah, banyak orangtua dari anak dengan pilek alergi saat disurvei menjawab bahwa mereka "sangat tertarik" untuk menggunakan obat baru dan sebagian selalu mencoba obat yang berbeda untuk menemukan obat yang bekerja efektif dalam pandangan mereka.
Menghindari alergen membantu dalam beberapa kasus. Untuk alergi debu tungau, dehumidification berguna karena tungau membutuhkan kelembaban 50 persen atau lebih. Diperlukan penghapusan karpet, menutupi kasur dan bantal dengan penutup kedap air, mencuci sprai secara teratur di tempat dengan air panas (setidaknya 55 derajat celsius) untuk membunuh tungau debu rumah. Anak alergi hewan harus menghindari hewan piaraan. Pasien yang tidak bisa hidup tanpa hewan peliharaan mereka perlu menjaga hewan peliharaan agar keluar dari kamar tidur. Diperlukan enam bulan atau lebih untuk membersihkan bulu binatang. Memandikan kucing mingguan mungkin berguna. Langkah-langkah untuk membasmi kecoa mungkin berguna untuk kasus sensitivitas kecoa. Berbeda dengan penderita pilek alergi karena alergi makanan dan buluh binatang yang gejalanya membaik setelah eliminasi alergen, pada penderita pilek alergi yang disebabkan oleh alergi tungau debu rumah di Indonesia sulit dapat melaksanakan eliminasi karena Indonesia adalah daerah tropis yang sepanjang tahun lembab sehingga tidak mungkin efektif melaksanakan eliminasi tungau debu rumah.
Pilek karena alergi tungau debu rumah dapat diatasi dengan imunoterapi, imunoterapi disarankan untuk pasien dengan pilek alergi yang telah secara optimal menghindari alergen dan farmakoterapi sudah tidak cukup untuk mengontrol gejala atau tidak dapat ditoleransi dengan baik. Imunoterapi diberikan secara bertahap dengan peningkatan mingguan dalam dosis selama 6-8 bulan, diikuti dengan pemeliharaan dosis toleransi maksimum setiap 3 sampai 4 minggu selama 3 sampai 5 tahun. Setelah akhir periode, pasien akan mengalami efek proteksi berkepanjangan. (*)
Anang Endaryanto, Ikatan Dokter Anak Indonesia