Andropause Pria Kota dan Desa
Sesuai dengan perkembangan usia dari semua laki-laki akan terjadi suatu penurunan dan kemampuan tubuh. Benarkah ini yang disebut menopause pada seorang laki-laki?
DALAM SEJARAH KEHIDUPAN MANUSIA, TERJADI SIKLUS GENERASI. Generasi baru menggantikan generasi lama. Begitu seterusnya. Semua orang pasti mengalami masa muda yang penuh gelora. Tapi, kita sebagai manusia juga tidak membendung datangnya masa tua penuh dengan kekurangan. Terutama dari segi fisik.
Tanda-tanda paling nyata pada seorang pria, terlihat pada penampilan fisiknya pada usia 50-an. Ia dianggap memasuki babak baru kehidupan. Tatkala ia bercermin pada istrinya yang nampak semakin tua, atau yang lebih kejam lagi, tercermin dari sikap acuh tak acuh para wanita muda terhadapnya.
Kita mengenal adanya suatu masa pada wanita dimana mereka berhenti dalam mendapatkan kebiasaannya pada saat masuk masa puber yaitu: menstruasi. Pada saat itu biasa disebut masa menopause. Mereka tidak lagi mendapatkan kebiasaan sebelumnya. Hal ini terjadi karena telah habisnya sel telur yang ada di dalam kandung telurnya, sehingga tidak ada lagi yang keluar.
Untuk laki-laki, tidaklah begitu. Pada umumnya laki-laki yang bisa disebut menopause karena tidak mempunyai semacam sel seperti: sel telur. Pria punya yang namanya buah zakar tempat diproduksinya spermatozoa atau sel benih yang memproduksi sel hormon laki-laki: testosteron. Inilah perbedaan jelas antara laki dan wanita.
Pada laki lebih banyak tumbuh bulu di badan, suaranya lebih besar, tidak tumbuh buah dada dan pinggul tak akan membesar seperti wanita. Begitu juga perbedaan pola letak pertumbuhan rambut-rambut di badan serta perbedaan besar pada bidang kerangka tulang-belulang dan jaringan otot. Ini disebabkan karena tak seragamnya zat lemak pada bawah kulit.
Laki-laki normal akan ada yang namanya Prostat. Yaitu: kelenjar yang letaknya melingkari saluran uretra alias saluran tempat keluar kencing di tengah-tengah. Prostat ini ikut andil dalam memproduksi air mani laki-laki. Pada saat laki-laki ejakulasi, sperma yang keluar dari buah zakar akan bercampur dengan air mani yang diproduksi oleh prostat. Mereka bercampur sehingga membentuk cairan mani kental berwarna keputihan.
Sesuai perkembangan usia dari semua manusia, akan terjadi suatu penurunan dari kemampuan tubuh. Tapi pada laki-laki khususnya yang berhubungan dengan kemampuan seks, tidak dapat disamakan dengan keadaan wanita yang mengalami menopause. Walaupun ada sebagian kecil yang menganggap sebenarnya hal ini sama, tak heran jika ada yang menyebutkan bahwa laki-laki mengalami andropause.
Hal ini masih tetap kontroversi, dan belum pernah dibuktikan kebenarannya. Jika dikatakan bahwa kemampuan laki-laki itu menurun sesuai dengan pertambahan usia termasuk di dalamnya kemampuan seksual, memang betul. Dan jika diperhatikan akan sangat berbeda penurunan dari satu orang dengan orang lainnya. Kadang ada yang sangat cepat menurunnya, bahkan dalam usia yang sebenarnya masih bisa optimal dapat terjadi kelemahan hingga ke tingkat yang paling rendah sekalipun (impotensi total). Jadi, tergantung dari segi kesehatannya secara menyeluruh.
Dengan kata lain, sangatlah kurang tepat menggunakan istilah Andropause terhadap laki-laki. Orang yang selalu menjaga kesehatannya dengan benar dan baik, maka kemampuan tubuhnya termasuk kemampuan seksual akan tetap terjaga pula. Jadi tidak harus orang tua akan mengalami kehidupan seks yang parah, apabila ia tahu bagaimana cara memelihara kemampuan tersebut dengan benar. Tetapi memang penurunan kemampuan tubuh terutama yang berhubungan dengan kemampuan seks, sangat erat hubungannya dengan tingkat stres yang didapat.
Kita dapat lihat bahwa laki-laki yang hidup di kota besar, di mana tingkat stresnya sangat tinggi mempunyai kecenderungan yang lebih besar untuk cepat lemah dibandingkan dengan laki-laki tinggal di kota kecil atau di dusun yang jauh dari kesibukan. Itulah sebabnya seorang laki-laki tua berusia 50 tahun yang tidak mempunyai stres tinggi tetap mampu melakukan hubungan seksual dengan baik dibandingkan dengan laki-laki yang tinggal di tempat yang stresnya tinggi.
Ada satu hal yang secara tidak langsung berhubungan dengan kemampuan seks laki-laki. Yaitu: sesering apakah dia mengalami sakit? Baik sakit yang berhubungan dengan kelaminnya ataupun tidak berhubungan dengan kelamin sama sekali. Misalnya sakit yang tidak berhubungan langsung dengan kelamin seperti sakit gula (diabetes mellitus), sakit darah tinggi dan sakit jantung.
Walaupun sebenarnya tidak ada hubungan langsung dengan kelamin, tetapi jelas sangat berpengaruh terhadap kemampuan kelamin si penderita. Kalau yang berhubungan langsung dengan kelamin tentu saja semua penyakit kelamin dan penyakit yang menyerang alat kelamin, seperti; syphilis, Go (kencing nanah), penyakit karena virus termasuk AIDS dan masih banyak sekali jenisnya. Semakin sering tubuh laki-laki menderita dan terserang sakit, semakin cepat pula kemampuan tubuhnya akan menurun. Tentu saja disertai penurunan kemampuan seksualnya.
Ada satu penyakit yang cukup ditakuti laki-laki yang berhubungan dengan kelenjar prostat. Kelenjar ini memproduksi air mani yang nantinya bersatu dengan sel sperma dan keluar dari buah zakar pada saat ejakulasi.
Pada usia lanjut, kelenjar prostat ini sering tumbuh berlebihan alias membesar melebihi besar normal. Akibat dari membesarnya kelenjar prostat ini, umumnya mengganggu pengeluaran air seni. Sehingga mau tidak mau harus dilakukan operasi pada kelenjar prostat ini. Akibat dari operasi ini, biasanya yang akan berpeluang besar untuk terjadinya gangguan pada kemampuan seks seorang laki-laki. Bahkan keadaan yang sangat berat dapat menyebabkan impotensi total.
Jadi yang perlu diperhatikan bagi setiap laki-laki adalah: menjaga kesehatan tubuhnya secara umum. Seperti selalu memperhatikan intake/makanan yang masuk ke dalam tubuhnya dengan makanan yang cukup bergizi. Dalam hal ini makanan tidak perlu banyak. Akan tetapi yang lebih penting padat gizi, cukup istirahat, kurangi stres dan tidak lupa olahraga secara teratur.
Agar stamina tubuh dapat terkontrol dengan baik, diharapkan setiap laki-laki dapat mempertahankan kemampuan tubuhnya. Jika ini dilakukan, yakinlah kemampuan seksnya akan dengan maksimal sampai umur yang tidak terbatas. Kehidupan seks Anda pun, akan tetap stabil sampai usia tua sekalipun. Bravo.
DR. Ferryal Loetan, ASC&T. SpRM, MKes, Konsultan Seks & Rehabilitasi