Tips Kalangan Milenial Menuju Kebebasan Finansial

Warga Indonesia yang tergolong generasi milenal pada tahun 2020 mencapai 30 persen total penduduk atau setara dengan 83 juta jiwa. Namun, masih banyak generasi milenial yang rentan secara finansial. Hal ini tampak dari minimnya persiapan dan kemampuan pengelolaan keuangan. 

Survei oleh One Poll menunjukkan, 42 persen milenial yang sangat ingin memiliki rumah tidak punya cukup uang untuk membelinya. Survei yang dilakukan pada 2019 ini mengonfirmasi pandangan bahwa generasi milenial tengah kesulitan mengatur keuangan sehingga tidak mudah  membeli rumah. Gaya hidup dan konsumerisme diduga jadi alasan munculnya hasil survei ini.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 yang melanda sejak 2020 membawa hikmah tersendiri bagi generasi milenial. Banyak di antara mereka yang akhirnya tersadar akan pentingnya mengatur keuangan untuk masa depan yang lebih baik.

Generasi milenial kini semakin melek investasi. Hal ini tercermin dengan jumlah investor pasar modal Indonesia yang naik signifikan hingga 42 persen menjadi 3,52 juta selama tahun 2020. Kenaikan itu tidak terlepas dari kontribusi anak muda yang semakin paham mengenai produk jasa keuangan.

Maraknya informasi mengenai literasi keuangan menjadikan banyak kalangan muda bercita-cita menuju kebebasan finansial. Kebebasan finasial umumnya diartikan sebagai terpenuhinya seluruh kebutuhan dan keinginan termasuk gaya hidup untuk diri sendiri dan keluarga.

Kebebasan finansial saat ini menjadi impian atau tujuan hidup banyak generasi milenial. Banyak influencer di media sosial yang mengajak pengikutnya untuk melek finansial dan akhirnya memiliki kebebasan finansial. Lantas apa yang perlu dipersiapkan menuju kebebasan finansial. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan.

1. Maksimalkan Sumber Penghasilan. Sumber penghasilan merupakan kunci utama dari kebebasan finansial apa pun pekerjaan yang dilakukan, mulai dari menjadi karyawan, pekerja profesional layaknya dokter atau pengacara, atau pemilik  bisnis warung kopi menjadi jalan utama dalam menuju kebebasan finansial untuk mencapai kebebasan finansial lebih cepat, tidak ada salahnya memiliki lebih dari satu sumber penghasilan.     

Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan kalangan milenial memiliki lebih dari satu sumber penghasilan. Youtuber dan pembuat konten, misalnya, menjadi lahan pekerjaan yang tidak dapat dipandang sebelah mata dan banyak dilakoni milenial. Penghasilan dari subscriber dan viewer cukup menjanjikan bagi pembuat konten.  Lihatlah selalu peluang di lingkungan sekitar. Hal ini jadi kunci untuk mendapat penghasilan lebih demi terwujudnya kebebasan finansial.

2. Mengatur Keuangan. Bagi mereka yang telah memiliki penghasilan, tugas berikutnya adalah mengatur keuangan. Mulailah dengan membuat pengaturan pengeluaran atau budgeting. Pisahkan pendapatan untuk mengatasi pengeluaran rutin, dan gaya hidup.  

Jika masih seorang diri, porsi investasi dapat diperbesar hingga batas maksimal seperti 50 persen dari pemasukan yang didapatkan. Jika tidak, 10 persen adalah batasan minimum dalam menyisihkan dana investasi.

Selanjutnya, alokasikan untuk pengeluaran bulanan berapa biaya makan, tempat tinggal, listrik, pulsa, dan paket data yang wajib dibayarkan setiap bulannya.  

Usahakan maksimal pengeluaran bulanan 40 persen dari pemasukan. Selanjutnya pos gaya hidup dapat disisihkan 10 persen dari penghasilan. Kalangan milenial boleh saja berharap masih bisa sekadar minum kopi di akhir pekan, tetapi kondisi keuangan tetap sehat.

3. Sederhanakan Gaya Hidup. Para milenial yang memiliki cita-cita kebebasan finansial umumnya mengidolakan Warren Buffet atau Mark Zuckenberg. Saat ini mereka disebut-sebut sebagai orang terkaya dunia melalui bisnis yang mereka jalani. Salah satu hal yang juga perlu diteladani dari kedua pebisnis ini adalah pengaturan gaya hidupnya.

Hidup sederhana yang diajarkan Warren Buffet adalah dengan tetap tinggal di rumah tuanya di Nebraska. Adapun Mark Zuckenberg, sang pemilik facebook dan Instagram, tetap sederhana dengan memakai jenis dan warna baju yang sama untuk pergi bekerja. Menyederhanakan gaya hidup bukan semata-mata menahan konsumerisme, melainkan juga merupakan upaya nntuk tetap fokus akan hal yang diimpikan.

4. Rutin Berinvestasi. Investasi menjadi kunci penting bagi milenial menuju kebabasan finansial. Dengan investasi pencapaian tujuan keuangan dapat dipercepat. Investasi merupakan kegiatan menanamkan uang atau modal pada suatu produk investasi yang bertujuan mendapatkan keuntungan di masa depan.

Banyak jenis investasi yang ada di pasaran saat ini, seperti reksa dana, obligasi, dan saham yang saat ini tengah banyak peminatnya di kalangan anak muda. Jika sebelumnya untuk membeli reksa dana perlu datang langsung ke bank atau kantor perusahaan sekuritas, kini investasi reksa dana dapat dan mudah dibeli melalui aplikasi penjual reksa dana. 

Berkat adanya teknologi, kini milenial dapat berinvestasi lebih mudah dengan modal yang kecil. Modal dari Rp 10.000 sudah bisa membeli reksa dana dan sekaligus menjadi investor muda.

Hal penting yang perlu diperhatikan saat memilih instrumen investasi adalah pahami risiko produk. Setiap produk investasi memiliki karakteristik tersendiri. Dengan memahami risiko produk dan mengenali karakteristik pribadi dalam mengambil risiko, investor akan menjadi lebih tenang dalam berinvestasi.

Selain itu, pastikan uang yang diinvestasikan bukan merupakan dana yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. Lakukan pembelian produk investasi secara rutin dengan menyisihkan penghasilan rutin tiap bulannya. 

Sebelum berinvestasi, pastikan Anda berinvestasi pada produk jasa keuangan yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa keuangan atau OJK. 

Eka Nurul Fitri, Otoritas Jasa Keuangan      

Postingan populer dari blog ini

Aspirin Ampuh Atasi Serangan Jantung

Pendidikan Tinggi dan Gangguan Otak

Kanker Prostat Bahaya Utama Lansia Pria