Stres dan Capek Bisa Berpengaruh
Setiap wanita memiliki siklus haid yang khas. Umumnya, siklus berlangsung antara 21-40 hari. Namun tak berarti frekuensi siklus sekali dalam 2 bulan tidak normal, tidak punya sel telur, atau berarti tidak bisa punya anak. "Itu bisa terjadi. Hanya memang tidak umum. Sepanjang dokter melihat hal itu normal, sebetulnya enggak masalah," ujar Dwiana.
Siklus haid yang kurang dari 21 hari disebut siklus sangat pendek. Itu memang bisa menyusahkan. Sebaliknya, dikatakan tidak normal kalau haid berlangsung tiga bulan sekali atau disebut oligomenorkea (haid sangat sedikit). " Namun, sangat jarangnya haid ini tidak akan sampai membahayakan jiwa. Cuma, seringkali jadi penyebab sulitnya mendapat keturunan."
Seseorang dengan siklus haid terlalu panjang seringkali tidak punya sel telur. Orang itu tetap mendapat haid, namun tidak mengeluarkan sel telur. Kondisi ini disebut haidnya sedikit atau jarang. Tak jarang pula haid dianggap normal kalau masa haid berlangsung pada tanggal yang sama.
Menghitung siklus haid adalah dari hari pertama haid sampai hari pertama haid berikutnya. Memang sulit membedakan kelainan haid akibat adanya gangguan hormon atau karena siklusnya yang demikian. "Ini hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan dokter. Karena itu, kalau siklus kurang dari 21 hari atau lebih dari 40 hari, lebih baik konsultasi ke dokter," anjur Dwiana.
Terjadinya haid selalu didahului oleh proses ovulasi atau keluarnya sel telur. Setelah sel telur sudah keluar, 14 hari kemudian wanita tersebut akan mendapat haid, kecuali jika terjadi kehamilan. Alhasil, siklus haid mengikuti ovulasi. Kelangsungan ovulasi harus didukung oleh keseimbangan hormon. Sementara keseimbangan hormon dipengaruhi psikis. Itu sebabnya, pada saat kondisi fisik maupun psikis berada dalam tekanan hebat, keseimbangan hormon pun ikut terganggu sehingga sel telur tidak keluar. Kalau sel telur tidak keluar, haid pun menjadi terganggu.
Kenapa sel telur tidak keluar? Salah satunya adalah akibat stres hebat baik fisik maupun psikis. Misalnya, stres karena ujian, kelelahan setelah bepergian atau sakit keras. Ini akan mengganggu haid, meskipun tidak berbahaya. "Tunggu saja. Kalau sampai 3 bulan tidak haid, sebaiknya periksa ke dokter. Biasanya tak sampai sebulan sudah haid lagi." Tumpak