Postingan

Menelisik Khasiat Si Cokelat

SIAPA yang tak suka dengan cokelat. Dari anak-anak hingga orang dewasa sulit menahan godaan untuk mengonsumsi camilan yang dihasilkan dari tanaman kakao itu. Namun, tak sedikit orang yang masih menganggap cokelat sekadar "senjata" pelepas stres dan pemicu meningkatnya kadar kolesterol. Di dalam cokelat terkandung asam stearat (35 persen), asam palmitat (25 persen), asam oleat (35 persen), asam linoleat (3 persen), gula (sukrosa), dan senyawa lainnya. Kandungan inilah yang nantinya dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh. Fungsi penglihatan Dalam penelitian yang dilakukan sebuah universitas di Inggris, penglihatan pada responden meningkat 17 persen dalam hal kondisi cahaya kontras. Peningkatan terjadi setelah mereka mengonsumsi cokelat hitam. Kandungan flavonoid dalam cokelat hitam ternyata dapat meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh, termasuk ke bagian mata. Retina memerlukan banyak energi, tetapi tetap kekurangan suplai darah. Flavonoid akan meningkatkan fu...

Kanker Prostat Bahaya Utama Lansia Pria

JAKARTA, KOMPAS - Prevalensi kanker prostat di Tanah Air meningkat tiga kali lipat sepuluh tahun terakhir. Penyakit ini penyebab utama kematian akibat kanker bagi para lansia. "Jika sejak stadium awal ditangani, harapan hidupnya 70 persen. Kalau stadium lanjutan, pada banyak kasus, harapan hidupnya 50 persen dalam lima tahun pasien meninggal. Lima tahun berikutnya tersisa 20 persen," ujar Ketua Perhimpunan Urolog-Onkolog Indonesia (ISUO), Prof. dr Rainy Umbas dalam media edukasi bertajuk "Kenali dan Waspadai Kanker Prostat" yang diadakan Sanofi Group dan ISUO di Jakarta, Sabtu (9/7). Di RSCM dan Gatot Subroto Jakarta, lanjut dia,  rata-rata muncul 80 kasus (pasien) baru yang berobat. Tiap tahun angkanya meningkat 10-40 persen. Adapun pada kurun waktu 10-15 tahun lalu kasus kanker prostat  rata-rata kasus yang ditangani di kedua RS unit Urolog-Onkolog itu  Sayangnya, masih banyak pasien terlambat berkonsultasi atau berobat. Ketika berobat, pasien sudah lanjut usia at...

Pendidikan Tinggi dan Gangguan Otak

PARA peneliti di Sekolah Kedokteran Johns Hopkins di Baltimore, AS, menemukan bukti bahwa orang yang menempuh pendidikan setinggi mungkin dapat pulih dari gangguan kesehatan akibat cedera otak. Berbeda dengan orang yang berpendidikan rendah. Penelitian melibatkan 769 orang berusia 23 tahun yang pernah mengalami traumatic  brain injury. Sebanyak  24% peserta tidak lulus SMA, 51% menjalani pendidikan 12-15 tahun, dan 25% lagi menempuh pendidikan lebih dari 16 tahun atau setidaknya lulus S-1. Hasilnya, orang yang menempuh pendidikan tinggi pulih dari cedera otak dan tidak mengalami disabilitas. Temuan ini terkait dengan teori cadangan kognitif yang menyatakan orang dengan lebih banyak pendidikan memiliki cadangan kognitif lebih banyak. Nah, kini bertambah lagi alasan untuk belajar setinggi mungkin. (MNT/Her/X-3)

Aspirin Ampuh Atasi Serangan Jantung

Bagi penderita kelainan jantung  bawaan maupun non bawaan, masalah sindroma koroner akut (SKA) tentu merupakan hal yang sangat menakutkan. Masalahnya, sedikit  saja terjadi penanganan yang salah atau terlambat mencari pertolongan medis, hal itu akan berakibat fatal. Sebenarnya menurut Harimani Kalim, spesialis kardiologi yang juga kepala klinik emergensi dan ICVCU Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, faktor yang paling penting dalam keberhasilan penanganan SKA adalah waktu atau kecepatan pemberian terapi. Namun pada kenyataannya banyak waktu berharga yang terbuang sejak timbulnya gejala sakit dada pada seseorang pasien sampai pemberian pengobatan awal. Kelambatan penanganan bisa terjadi akibat anggota keluarganya ragu-ragu untuk segera mencari pertolongan medis. Begitu. juga dengan response ambulan yang terlalu lama, sehingga perjalanan ke rumah sakit menjadi terlambat. Tidak jarang pula kelambatan ini berasal dari prosedur dari pihak rumah sakit yang memang bekerja lamban. "Sela...

Mimpi Bisa Dikontrol

MIMPI ternyata bisa dikontrol. Menurut penelitian gabungan akademisi Universitas JW Goethe, Jerman, dan sekolah medis Harvard, AS, pengontrolan dilakukan lewat rangsangan elektrik ringan ke titik tertentu di kulit kepala seseorang. Dalam studi itu, peneliti Ursula Voss dan J Allan Hobson melibatkan 27 sukarelawan. Stimulasi listrik yang diterapkan kepada para partisipan bervariasi yakni pada frekuensi 2.100 Hz. Mereka kemudian diminta menceritakan mengenai mimpi-mimpi saat tidur. Di samping itu, peneliti juga memantau aktivitas otak para partisipan. Hasilnya, stimulasi 40 Hz meningkatkan aktivitas otak di daerah frontal dan temporal. Stimulasi ini meningkatkan kemungkinan para simpatisan mengalami mimpi yang jernih. "Sebagai model untuk  (mengatasi) gangguan mental, memahami mimpi yang jelas merupakan hal yang sangat krusial," kata Hobson. Hasil penelitian itu dimuat dalam  Nature Neuroscience. (Guardian/Kud/x-4)

Asupan Gila Tidak Boleh Lebih 6 Gram

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) membatasi gula maksimal harian tak boleh lebih dari enam gram untuk menekan angka kegemukan dan kerusakan gigi. (Showbiz)

Mempertahankan Rasa Berdaya

Seorang perempuan pembaca mengeluh sangat cemas dan tegang dengan penghasilan yang pas-pasan untuk menghidupi tiga anak, dan pertengkarannya dengan suami umumnya menyangkut soal duit. Menurut dia, suaminya terbiasa "enak" karena gaji istrilah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, sementara ia masih pula dibebani tugas mengurus anak. Ia menulis: "Entah apa karena pekerjaannya banyak di luar kota, jadi suami tahu beresnya saja baik soal uang maupun urus anak. Kalau dia pulang dan pas anak rewel, Ia mengeluh tidak bisa istirahat, lalu langsung pergi dengan teman-temannya. Karena saya yang berhadapan dengan persoalan sehari-hari soal susu anak, transport dan lain-lain, praktis keperluan sehari-hari keluar dari kantong saya. Uang dia disimpan untuk beli mobil baru." Ibu muda tersebut mengeluh karena suaminya seperti " tidak berkesadaran" untuk langsung menyerahkan penghasilan setiap bulan, kecuali diminta untuk keperluan khusus. Bagi ibu...